Sebagaimana yang pernah aku tuliskan, bahwa karawang yang sekarang tidak bisa kita lepaskan dari yang namaya kota industri.Industri apapun ada di kota ini...konsekuensi dari sebuah kota industri adalah banyaknya buruh atau pekerja yang menghuni tempat ini.maafkan aku karawang, aku juga ikut menghunimu...
Berawal dari info yang tidak penting, ketika aku pulang kerja di sekitar jalan kosambi, aku melihat para buruh dari salah satu serikat di karawang, berdemo memadati jalan, sebagian berjalan membentangkan spanduk, sebagian mengendarai mobil dengan bak terbuka lengkap dengan speaker, soundsystem dan orasi mengobarkan semangat untuk meminta naik gaji.
Sebagai informasi saja, bahwa demo-demo seperti ini sudah rutin dilakukan setiap menjelang akhir tahun, sejak malin kundang belum dikutuk atau sejak kapan aku tidak tau...yang jelas ini acara rutinnya mereka, sungguh.
Demo itu diperbolehkan ?! iya aku tau...tauk dek. Yang membuat aku merasa bahwa kalian tidak manusiawi itu kenapa setiap tahun harus selalu menuntut untuk naik gaji ? seakan-akan kalian romusha yang di pekerjakan jepang lebih dari batas kemampuan, tanpa diberi makan apalagi upah.Atau seperti kerja Rodi dizaman belanda, bekerja siang dan malam tanpa henti plus siksaan yang kejam dari si meenir, meninggal di tempat kerja adalah hal biasa karna waktu itu belum ada jamsostek apalagi BPJS kesehatan.
Kalau tidak mau kubilang mahluk kurang bersyukur, kalian adalah makhluk yang tamak ! sama saja kan ? iya !!! Fasilitas yang kalian terima itu besar, mulai dari gaji yang tinggi, bahkan tertinggi di indonesia, makan di kasih, sarapan disiapkan, berangkat dijemput, pulang diantar, kesehatan dijamin, kerja normal 8 jam, nambah jam kerja dianggap lembur dan itu dibayar duakali lipat. Aku tau karna aku juga buruh pabrik. Lalu apa lagi ? dengan fasilitas yang se ‘megah’ itu kalian masih turun ke jalan, merengek ke pemerintah seakan kalian sedang terdzolimi dan dengan dalih upah murah, padahal aku tau kalian sudah mampu beli perum dan nyicil mobil. Apakah pantas ?
Gini deh, kalau kalian keukeuh pengen gaji gede tanpa batasan, keluar pabrik, terus bikin pabrik sendiri.Coba deh lihat profesi lain, guru, nelayan, tukang ojeg, penghasilannya tak sebesar dan semegah kalian...
Karawang itu luas, profesi guru, nelayan, tukang ojeg ada di karawang. Dan kalian harus lihat kenyataan itu...
Sabtu, 15 September 2018
BURUH : Tidak manusiawi
Artikel Terkait
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
EmoticonEmoticon