Desa
yang kalau disebutkan, selalu divalidasi si penanya dengan kalimat
“pakalongan atau pekalongan ?”. Mungkin penanya merasa asing
dengan nama desa tersebut, atau jangan-jangan berfikir, sejak kapan
kota pekalongan berubah jadi desa.
Pakalongan
adalah 1 dari 351 desa yang ada di kabupaten tasikmalaya, ini merujuk
pada situs https://m.nomor.net.
Udaranya segar, bentangan sawah luas, sungai masih steril, banyak
pesantren, ibu-ibunya masih suka ngegosip, punya lapangan sepakbola
dan jalannya masih jelek. Serius !
Jam
00.30, dimana malam terlalu malam, pagi terlalu pagi. Diwarung bi
ida, yang sudah tutup sejak jam 22.00 tadi, Randeta dan seorang
temannya duduk di bangku panjang dekat pohon mangga yang sedang
menyumplai oksigen dengan seksama. Randeta memainkan gitar,
menyanyikan lagu dengan lirik yang asal-asalan :
Sebentar
lagi desa punya pemimpin baru
Calon
kades sibuk cari dukungan
Pendukung
sibuk cari dana tambahan
Warung
Mang Ucup tiba-tiba ramai
Bicara
cuaca hingga pemecah suara
Jargon-jargon
berseliweran
Dari
tanjakan sobandi, hingga Facebook pribadi
Inovatif,
Kreatif, Tegas, Lugas dan Religus
Lalu
bagaimana dengan Ambisius ?
Liriknya
pendek,ya karena memang asal-asalan. “Desa kita ko begini-begini
aja sih ?” Kata Bram.
“Ya
karena masyarakatnya begitu-begitu aja.” Jawab Randeta.
Bram
itu temannya Randeta, nama aslinya Masta Sujana.Sering dipanggil
Bram, biar jadi Bramasta, keren katanya.
“Eh
gimana kalau calon KADES nanti, ada yang punya ide asal-asalan ?”
Randeta tiba-tiba serius bertanya.
“Yang
kaya gimana?” Tanya Bram.
“Ngasal
aja gitu, misalnya setiap penduduk desa wajib punya channel youtube,
dan warganya wajib saling subscribe.” Kata Randeta sambil
menyimpan gitarnya.
“Biar
apa ?” Bram mulai bingung sedikit penasaran.
“
Ya
tujuan akhirnya adsense, dapet duit, Bram. Jumlah penduduk desa
pakalongan itu kalo lihat di https://pakalongan.sideka.id
totalnya 4.042 jiwa, 71% atau sekitar 2.869 jiwa berusia antar 15-65
tahun atau berada di usia produktif. Yang 71% ini kan sudah punya HP
semua, nah kenapa kita tidak manfaatkan untuk itu. Sistem monetize
youtube sejak 20 Februari 2018 harus punya 1.000 subscriber dan
jumlah penayangan 4.000 jam selama 12 bulan terakhir. Pasti bisa lah
Bram.”
“ Tapi
tidak segampang itu Ren, kan harus punya content ?” Kata Bram.
Randeta
menyalakan sebatang rokok, menghisapnya dalam-dalam. Ditengah cuaca
dingin desa, yang sudah lama tak diguyur hujan. “Loh gampang aja
Bram, bayangin ibu-ibu bikin resep angeun iwung, pistung, seblak,
comro, yang bagus suaranya cover lagu, mang yeyen tutorial gitar,
melodi, guru ngaji bikin video penjelasan tajwid sampai kitab semacam
pesantren online, punya kamera bagus bikin video eksplore pakalongan,
yang suka game tinggal record game, suka volly bikin tutorial loncat
2 meter bagi pemula, banyak lah Bram, tinggal upload.”
“Yang
bisa supranatural bikin video ngamat di pamulang, astana paseh,
gedrug hanaru, nanti bersaing dengan jurnalRisa ya”.Kata Bram
sambil senyum.
“Iya,
ngasal aja dulu, besok- besok siapa tau tidak.” Randeta tertawa,
geleng-geleng kepala untuk kemudian mengambil gitar dan melanjutkan
lagu asal-asalannya :
Hey
bapak Kades
Cita
cita, berangkatin warganya naik haji
Kades
Maksimal...
...