Sabtu, 15 September 2018

MICEUN JIN KE MEIKARTA

Tags



Rabu 04 Oktober 2017, setelah pembahasan materi konsep teknologi yang cukup rumit sekaligus dituntut untuk selalu uptodate.uptudate or uptodate ? I didn't remember.hehe yang jelas dosen saya menyinggung soal meikarta yang memang sedang menjadi perbincangan hangat dengan promosinya yang sangat gencar dan besar-besaran baik di media cetak atau portal-portal online.
Dari pembahasan itu saya jadi ingat apa yang pernah disampaikan oleh guru seni budaya saya sewaktu di SMK, he said that "Di dunia ini, orang yang tidaak bisa diatur itu ada 4, Orang kaya, Seniman, Wartawan dan terakhir Orang gila.'' Yang ingin saya singgung adalah propesi wartawan, kenapa mereka sampai termasuk orang yg tidak bisa diatur ? Dalam dunia wartawan, selain kita mengenal undang-undang kebebasan pers, ada juga yang disebut dengan istilah ''Firewall",yaitu istilah dimana seseorang yang ingin mngiklankan suatu produk, orang yang punya dana  atau penyandang dana, atau siapapun yang punya kepentingan dengan dengan wartawan, tidak berhak untuk mengatur, mengarahkan  atau menyuruh seorang wartawan dalam menjalankan tugasnya.Karna wartawan dalah propesi yang merdeka, dia tidak berhak diatur oleh segelintir kepentingan, dan dia tidak berhak memihak pada suatu golongan kecuali memihak pada kebenaran.


    Melihat penomena Meikarta, sangat ironis bagaimana seorang wartawan kehilangan ''firewall''nya dalam bertugas karna mungkin kucuran dana yang begitu melimpah dari lippo group sebagai perusahaan pengembang projek tersebut.Kita bisa melihat indikasi tersebut dari banyaknya iklan Meikarta di media massa dan televisi tanah air yang begitu dahsyat, padahal mereka tahu bahwa proyek tersebut masih bermasalah dalam hal perizinan dari pemprov jabar.Mereka mengiklankan sesuatu yang masih dianggap ilegal oleh pemerintah.
Dan menyinggung soal iklan meikararta di Teleisi yang cukup diskriminatif menurut saya, bagaimana digambarkan seorang anak yang dihadapkan dengan hiruk pikuknya sebuah kota, macet, polusi dan ancaman kejahatan.Kemudian setelah keluar terowongan maasuklah dia disuatu kota yang tertata, rapi dan semuanya terintegrasi dengan sempurna.seakan akan lippo mengajak, mari tinggalkan kota yang lama, yang banyak polusi, kejahatan dan sumpek...di Meikarta bersih tertata dan tidak ada kejahatan.


EmoticonEmoticon