Minggu, 20 Oktober 2019

PILKADES DI PAKALONGAN

Tags

 
      Desa yang kalau disebutkan, selalu divalidasi si penanya dengan kalimat “pakalongan atau pekalongan ?”. Mungkin penanya merasa asing dengan nama desa tersebut, atau jangan-jangan berfikir, sejak kapan kota pekalongan berubah jadi desa.
      Pakalongan adalah 1 dari 351 desa yang ada di kabupaten tasikmalaya, ini merujuk pada situs https://m.nomor.net. Udaranya segar, bentangan sawah luas, sungai masih steril, banyak pesantren, ibu-ibunya masih suka ngegosip, punya lapangan sepakbola dan jalannya masih jelek. Serius !
      Jam 00.30, dimana malam terlalu malam, pagi terlalu pagi. Diwarung bi ida, yang sudah tutup sejak jam 22.00 tadi, Randeta dan seorang temannya duduk di bangku panjang dekat pohon mangga yang sedang menyumplai oksigen dengan seksama. Randeta memainkan gitar, menyanyikan lagu dengan lirik yang asal-asalan :
Sebentar lagi desa punya pemimpin baru
Calon kades sibuk cari dukungan
Pendukung sibuk cari dana tambahan
Warung Mang Ucup tiba-tiba ramai
Bicara cuaca hingga pemecah suara
Jargon-jargon berseliweran
Dari tanjakan sobandi, hingga Facebook pribadi
Inovatif, Kreatif, Tegas, Lugas dan Religus
Lalu bagaimana dengan Ambisius ?

Liriknya pendek,ya karena memang asal-asalan. “Desa kita ko begini-begini aja sih ?” Kata Bram.
Ya karena masyarakatnya begitu-begitu aja.” Jawab Randeta.
Bram itu temannya Randeta, nama aslinya Masta Sujana.Sering dipanggil Bram, biar jadi Bramasta, keren katanya.
Eh gimana kalau calon KADES nanti, ada yang punya ide asal-asalan ?” Randeta tiba-tiba serius bertanya.
Yang kaya gimana?” Tanya Bram.
Ngasal aja gitu, misalnya setiap penduduk desa wajib punya channel youtube, dan warganya wajib saling subscribe.” Kata Randeta sambil menyimpan gitarnya.
Biar apa ?” Bram mulai bingung sedikit penasaran.
Ya tujuan akhirnya adsense, dapet duit, Bram. Jumlah penduduk desa pakalongan itu kalo lihat di https://pakalongan.sideka.id totalnya 4.042 jiwa, 71% atau sekitar 2.869 jiwa berusia antar 15-65 tahun atau berada di usia produktif. Yang 71% ini kan sudah punya HP semua, nah kenapa kita tidak manfaatkan untuk itu. Sistem monetize youtube sejak 20 Februari 2018 harus punya 1.000 subscriber dan jumlah penayangan 4.000 jam selama 12 bulan terakhir. Pasti bisa lah Bram.”
Tapi tidak segampang itu Ren, kan harus punya content ?” Kata Bram.
Randeta menyalakan sebatang rokok, menghisapnya dalam-dalam. Ditengah cuaca dingin desa, yang sudah lama tak diguyur hujan. “Loh gampang aja Bram, bayangin ibu-ibu bikin resep angeun iwung, pistung, seblak, comro, yang bagus suaranya cover lagu, mang yeyen tutorial gitar, melodi, guru ngaji bikin video penjelasan tajwid sampai kitab semacam pesantren online, punya kamera bagus bikin video eksplore pakalongan, yang suka game tinggal record game, suka volly bikin tutorial loncat 2 meter bagi pemula, banyak lah Bram, tinggal upload.”
Yang bisa supranatural bikin video ngamat di pamulang, astana paseh, gedrug hanaru, nanti bersaing dengan jurnalRisa ya”.Kata Bram sambil senyum.
Iya, ngasal aja dulu, besok- besok siapa tau tidak.” Randeta tertawa, geleng-geleng kepala untuk kemudian mengambil gitar dan melanjutkan lagu asal-asalannya :
Hey bapak Kades
Cita cita, berangkatin warganya naik haji
Kades Maksimal...
...